Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapan Pingsan Jadi Tanda Bahaya?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Selasa, 29 Agustus 2023 |18:05 WIB
 Kapan Pingsan Jadi Tanda Bahaya?
Pingsan bisa jadi tanda bahaya. (Foto: Family doctor)
A
A
A

JANGAN pernah menyepelekan pingsan sebab kondisi itu bisa menjadi pertanda terjadi hal buruk di tubuh Anda, salah satunya gangguan irama jantung (aritmia) yang bisa berujung kematian mendadak.

Dokter Spesialis Jantung dari RS MMC Jakarta, dr. Dicky Armein Hanafy mengatakan, pingsan berulang disertai keluhan jantung berdebar-debar adalah satu ciri yang perlu Anda waspadai.

 pingsan

"Pingsan terkadang tidak berbahaya. Tetapi walau hanya sekali, tetapi kalau ada riwayat berdebar sebelumnya, harus segera diperiksakan," katanya.

Pada dasarnya, pingsan terjadi saat otak kekurangan oksigen apapun penyebabnya. Selain keluhan jantung berdebar, kondisi ini bisa menjadi pertanda bahaya (misalnya aritmia) jika disertai faktor riwayat keluarga mati mendadak.

 BACA JUGA:

"Kalau hanya pingsan tidak ada keluhan sebelumnya umumnya bisa saja enggak ada apa-apa. Tetapi ada riwayat di keluarga mati mendadak, nah itu harus segera diperiksakan. Jangan-jangan gejala awal mati mendadak juga," ujar Dicky.

Aritmia merupakan penyakit sistem listrik jantung. Adanya gangguan pada pembentukan atau penjalaran impuls listrik menyebabkan irama jantung tidak berdenyut secara ritmik, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat.

 BACA JUGA:

Normalnya, jantung berdenyut sebanyak 50-90 kali per menit. Denyut jantung disebut berdetak terlalu cepat saat mencapai 200 kali per menit. Sementara denyut jantung dikatakan melambat ketika terhitung 40 kali per menit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement