Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sarat Nilai Spiritual, Ini 4 Fakta Unik Tari Kecak Bali yang Jarang Diketahui

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2023 |07:00 WIB
Sarat Nilai Spiritual, Ini 4 Fakta Unik Tari Kecak Bali yang Jarang Diketahui
Pertunjukan tarian kecak di Bali. (Foto: Uluwatukecakdance)
A
A
A

TARI Kecak merupakan kesenian tradisional Bali yang sangat populer di kalangan wisatawan. Pertunjukan tarian kecak selalu meriah dan menyedot banyak perhatian terutama dari kalangan turis mancanegara.

Tariannya yang unik dan gerakan khas ini ternyata memiliki filosofi dan makna mendalam. Bukan sekadar hiburan, tari kecak bagi masyarakat Bali juga dijadikan sebagai media komunikasi dengan Tuhan dan roh leluhur.

 BACA JUGA:

Berikut ini fakta-fakta menarik soal tari kecak.

1. Mengisahkan Ramayana

Stmosfer tarian kecak bisa bikin penontonnya merinding. Tari kecak berhubungan dengan kisah Ramayana dan konsep dramatari.

 Ilustrasi

Tari kecak

Penarinya yang terdiri dari laki-laki duduk melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak", serta mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

 BACA JUGA:

2. Hanya dimainkan laki-laki

Tari kecak hanya dimainkan oleh laki-laki saja. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka.

Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

3. Tarian komunikasi dengan Tuhan

Bukan hanya mengisahkan tentang Ramayana saat barisan kera, membantu Rama melawan Rahwana saja. Ternyata Tari Kecak juga sebagai media berkomunikasi dengan Tuhan, yakni dengan cara mempersembahkan tarian.

Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur. Kemudian, menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

 Ilustrasi

4. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang

 

Fakta lainnya adalah lagu Tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Pada 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang, dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Balinya. 

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement