KINI Hanung Bramantyo merasa sedih karena anaknya sakit akibat polusi udara. Bahkan dia curhat di media sosialnya, akibat cuaca buruk itu putra bungsunya Bhaj Kama alami sesak napas.
Karena hal tersebut, buah hatinya sampai harus melakukan nebulisasi. Dalam foto yang diunggahnya, sang anak nampak tengah mewarnai menggunakan cat warna, terlihat juga alat nebulizer dipasangkan di wajahnya.

Hanung menjelaskan kondisi anaknya itu terjadi setelah sang anak keluar sebentar dari rumah. Ketika sampai rumah langsung sesak dan batuk.
"Hmm … siklus bulanan sebagai warga Jakarta. Keluar dikit ngemall, malamnya batuk sesak. Beberapa menuduh makanan sebagai penyebab, ya coklat lah, ya snack, michin," tulis Hanung Bramantyo dalam keterangannya di Instagram @hanungbramantyo, Selasa (22/8/2023).
BACA JUGA:
Sutradara andal itu mengatakan sejak Covid-19 hingga polusi udara, di rumahnya selalu tersedia alat uap dan oksigen.
"Yang jelas sekarang alat uap dan oksigen udah kayak barang wajib punya di rumah. Sebelahan sama obat diet. Setelah covid menghantam, kini polusi udara. Lalu apa lagi, ndes? Ngelus dodo nganti dekok," tambahnya.
Sang istri, Zaskia Adya Mecca ikut memberi emoji nangis. Emotikon tersebut tentu saja menggambarkan suasana hatinya yang sedih karena tak tega melihat anaknya sakit.
BACA JUGA:
Lalu apa bahayanya polusi udara?
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Erlina Burhan, sejumlah bahaya polusi udara dilansir dari akun sebuah utas di akun Twitternya, @erlinaburhan.
1. Paru-paru mengalami peradangan
Dalam cuitannya, dr.Erlina membagikan sebuah contoh berupa potret hasil rontgen seorang remaja di India yang terpapar polusi udara. Dalam hasil rontgen itu terlihat, di bagian paru-paru remaja tersebut terdapat bagian berwarna warna putih yang menunjukkan adanya peradangan.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa menyebabkan terganggunya pertukaran oksigen dan karbondioksida di bagian tersebut.
“Ini adalah foto rontgen paru-paru seorang remaja India yang terpapar polusi udara. Ada peradangan di kedua lapangan paru-paru dengan adanya bagian yang memadat (bagian berawan warna putih) yang mengakibatkan terganggunya pertukaran oksigen dan karbondioksida di bagian tersebut,” tulisnya.
2. Penyempitan saluran napas
Dokter Erlina juga menyebut, saat terpapar polusi udara, yang terjadi di dalam saluran napas dan paru-paru, ternyata juga bisa memicu penyempitan saluran napas.
“Apa dampak polusi udara hingga paru-paru terganggu? Menginflamasi dan mengiritasi jaringan paru-paru yang mengakibatkan penyempitan saluran napas,” tuturnya.
3. Merusak jaringan paru-paru
Bahaya polusi udara bagi paru-paru selanjutnya adalah bisa merusak sel jaringan paru-paru itu sendiri. Menurut dr.Erlina, hal tersebut terjadi karena adanya paparan polutan dari polusi udara yang mengendap di dalam paru-paru.
“Polutan juga dapat mengendap di dalam paru-paru. Paparan tersebut dapat merusak sel jaringan paru-paru. Fakta lain, polutan bisa menurunkan elastisitas paru (sulit l mengembang untuk serap oksigen) dan gangguan pertukaran gas,” tuturnya.
4. Jenis partikel di dalam polusi udara
Bagi Anda yang bertanya-tanya, mengapa polusi udara bisa begitu berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk organ pernapasan? Hal tersebut adalah karena polusi memiliki berbagai macam jenis partikel yang berbahaya.
“Apa partikel/zat yang ada di dalam polusi udara ? Polutan, terutama partikel halus (PM 2.5), yang dapat mengendap di paru-paru. Lainnya ada nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), dan karbon monoksida (CO),” tutur dr. Erlina.
5. Polusi udara bisa mengubah warna paru-paru
Fakta mengerikan lainnya terkait bahaya polusi udara adalah bisa mengubah warna paru-paru seseorang. Saat lahir, paru-paru seseorang berwarna merah muda. Namun, seseorang yang telah terpapar polusi udara cenderung memiliki paru-paru berwarna hitam
Apakah ada perubahan warna atau tekstur dari paru-paru akibat terpapar polusi udara?
"Saat lahir, paru-paru kita berwarna merah muda. Namun akibat dampak polusi, warnanya bisa berubah menjadi hitam,” ungkap dr.Erlina.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.