Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada! Ini Bahaya Sering Lakukan Pijat Perut, Sebabkan Perlengketan Organ Dalam

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Sabtu, 19 Agustus 2023 |12:30 WIB
Waspada! Ini Bahaya Sering Lakukan Pijat Perut, Sebabkan Perlengketan Organ Dalam
Bahaya sering melakukan pijat perut. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SAAT merasa kurang enak badan, pijat menjadi salah satu alternatif yang dilakukan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Bahkan tak sedikit masyarakat yang melakukan pijat pada bagian perut saat sedang merasa sakit.

Masyarakat biasanya melakukan pijat perut kepada dukun atau tukang urut lainnya yang biasa melakukan hal tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua bagian tubuh itu bisa dipijat, dan jika dilakukan maka hal tersebut akan berbahaya bagi kesehatan.

Belum lama ini beredar sebuah video yang menunjukkan salah satu dokter tengah selesai melakukan sebuah operasi kepada salah satu pasiennya. Dokter tersebut terlihat sangat kewalahan ketika selesai melakukan tindakan operasi tersebut.

Menurut pengakuannya, dirinya baru saja melakukan tindakan operasi kepada salah satu pasien yang perutnya sering kali dipijat oleh dukun-dukun.

Pijat punggung

“Saya baru operasi tadi sulit sekali karena ibunya selalu pijat-pijat perutnya betul diletak katanya, jadi dipijat sering perutnya sama dukun-dukun pijat. Itu bahaya sekali, nggak boleh ya jangan,” ucap dokter dalam video, dikutip dalam Twitter @BaseAnakFK, Sabtu (19/8/2023).

Lalu mengapa pijat perut tidak disarankan?

Menurut penjelasan dokter tersebut jika pada bagian perut dilakukan pemijatan, khususnya dalam frekuensi sering dilakukan maka akan menyebabkan perlengketan di dalam perut tersebut. Sehingga organ yang berada di dalam perut akan bersatu dan menempel membentuk pembuluh darah baru.

“Kita kalau dokter bedah itu, salah satu yang paling takut kalau kita mengoperasi orang yang sering membuat orang itu celaka operasinya gak berhasil atau bahaya karena perlengketan,” katanya.

“Nah salah satu penyebab perlengketan itu adalah karena digosok-gosok perutnya, dipijit-pijit. Nah kalau kita dipijit-pijit itu akan terbentuk mikrolesi. Nanti momentum usus, organ-organ tuh akan bersatu menempel membentuk perdarahan baru. Sistem pembuluh darah baru disitu jadi melekat menjadi satu,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement