Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak-Anak Berisiko Terkena Pneumonia Akibat Polusi Udara, Begini Penjelasan Spesialis Paru

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Sabtu, 19 Agustus 2023 |21:30 WIB
Anak-Anak Berisiko Terkena Pneumonia Akibat Polusi Udara, Begini Penjelasan Spesialis Paru
Anak-anak berisiko berisiko terkena pneumonia akibat polusi udara. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

ANAK-anak menjadi salah satu golongan yang rentan terhadap paparan polusi udara. Bahkan tak sedikit dari mereka yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Menurut dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Erlina Burhan, hal ini dikarenakan bagian paru-paru anak masih berkembang.

Hal ini lah yang membuat anak-anak cenderung bernapas lebih cepat dan bisa menghirup udara berpolusi lebih banyak.

“Kenapa anak-anak lebih berisiko terhadap polusi udara? Karena paru-parunya masih berkembang. Mereka juga bernapas lebih cepat, yang artinya menghirup udara berpolusi lebih banyak,” tutur dr. Erlina.

Pneumonia

Berbagai masalah kesehatan yang cukup serius bisa mengancam kesehatan anak-anak jika terus menerus terpapar polusi. Mulai dari iritasi, peradangan, bronkitis, bahkan pneumonia.

“Jika paru-paru sang anak terus menerus terpapar polusi? Akan terjadi iritasi, peradangan, batuk pilek yang berulang sampai terjadi bronkitis, dan sesak serupa asma yang sebabkan anak jadi tidak fit serta kurang lincah,” tutur dr.Erlina.

“Bahkan, anak bisa mengalami pneumonia apabila ada kuman atau virus yang terhirup. Apabila anak memiliki pneumonia, biasanya perlu dirawat inap,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement