POLUSI udara yang buruk di Jakarta tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Salah satu orang yang merasakan dampak buruk polusi adalah Tasya Kamila.
Melalui akun Instagramnya, beberapa waktu lalu, mantan penyanyi cilik itu sempat menceritakan kesehatan anak keduanya, Shanin yang menurun diduga akibat polusi udara Ibu Kota.
Lantas, apa sebenarnya bahaya dan dampak dari polusi udara bagi kesehatan anak-anak? Berikut ulasannya, dikutip dari berbagai sumber, Jumat, (18/8/2023).
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, polusi udara diprediksi dapat memperpendek usia orang yang dilahirkan hari ini dengan rata-rata 20 bulan. Bahkan, anak-anak di kawasan Asia Selatan menjadi korban terparah yang terkena paparan polutan.

Laporan State of Global Air (SOGA) yang diterbitkan oleh Health Effects Institute di Amerika dan Universitas British Columbia di Kanada pada 2019 mengatakan, polusi udara adalah penyebab kelima paling besar yang memperpendek usia manusia.
Mengutip AFP, laporan itu memprediksi pemangkasan angka harapan hidup anak-anak di negara dengan paparan polusi udara yang masif. Nah, polusi udara bagi anak-anak ternyata juga bisa berisiko merusak perkembangan organ dan saluran pernapasannya. Pasalnya, paru-paru dan saluran pernapasan anak masih berkembang.
Terlebih, bagi anak-anak yang memilki riwayat alergi dan asma, paparan polusi udara juga bisa meningkatkan risiko kambuhnya penyakit tersebut. Bahkan, risiko peningkatan bronkitis dan infeksi pada saluran napas juga bisa terjadi pada anak-anak akibat paparan polusi udara yang terjadi dalam jangka waktu yang lama.
Selain itu, anak-anak juga memiliki tingkat pernapasan yang lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa. Ini artinya jika mereka menghirup lebih banyak udara dalam waktu yang lebih singkat, bisa meningkatkan jumlah polutan yang masuk ke dalam paru-parunya.
Anak-anak juga cenderung lebih aktif secara fisik dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, hal itu membuat mereka lebih rentan terhadap polusi udara luar ruangan. Polusi udara tidak hanya memengaruhi kesehatan pernapasan anak-anak, tetapi juga dapat memiliki dampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangannya.
Penelitian telah menunjukkan keterkaitan antara paparan polusi udara dengan penurunan fungsi paru, perkembangan neurologis yang terganggu, masalah kognitif, dan peningkatan risiko gangguan perkembangan.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.