Sementara itu, pihak perusahaan pengembang atau developer dari proyek properti diketahui hingga saat ini belum pernah menyampaikan pernyataan resminya terkait situasi State Guest Mansions yang sebenarnya.
Sedangkan, masyarakat setempat percaya bahwa komplek bangunan tersebut diberhentikan pembangunannya akibat kasus korupsi. Diberhentikan akibat kasus dari pihak pengembangnya sendiri.
“Terus terang, itu karena korupsi pejabat. Mereka memotong pendanaan dan menindak perkembangan yang tidak terkendali, sehingga proyek dibiarkan setengah jadi,” kata petani setempat.
Setelah bertahun-tahun lamanya komplek tersebut ditinggalkan, bangunan-bangunan di dalamnya pun kini semakin tergerus oleh alam. Bahkan, akhirnya beberapa petani juga tampak menggunakan lahan kosong tersebut untuk keperluan ternak mereka.
Beberapa turis asing juga beberapa kali mengunjungi komplek bangunan tersebut untuk melakukan aktivitas misteri, menjelajahi desa hantu di Shenyang yang mirip dengan Burj al Babas, kota hantu di Turki.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.