Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Ini Terinfeksi Bakteri Misterius usai Digigit Kucing, Jarinya Berubah Warna

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2023 |00:30 WIB
Pria Ini Terinfeksi Bakteri Misterius usai Digigit Kucing, Jarinya Berubah Warna
Pria ini alami infeksi misterius udai digigit kucing. (Foto: Mirror.uk)
A
A
A

SEORANG pria asal Inggris digigit kucing jalanan hingga mengalami infeksi. Parahnya lagi, bakteri dari infeksinya tersebut masih misterius dan membuat heboh dunia.

Pria tersebut dikabarkan mengalami pembengkakan tangan, luka tusukan, dan lecet sekitar delapan jam setelah kucing liar itu menyerangnya. Seorang dokter yang menanganinya pun mengatakan pria itu dilarikan ke rumah sakit setelah infeksi jaringan lunak yang luas.

Dilansir Mirror UK, Rabu (9/8/2023), pria berusia 38 tahun itu menderita infeksi 'luas' setelah diserang oleh kucing liar. Salah satu gambar yang beredar menunjukkan jari kuningnya berubah warna setelah tertular infeksi yang tidak diketahui dari kucing jalanan itu.

Paramedis mempelajari kondisi dari infeksi bakteri misterius itu. Baru-baru ini para peneliti pun menerbitkan temuannya di jurnal Emerging Infectious Diseases, di mana mereka menemukan spesies bakteri Globicatella.

bakteri

Para peneliti, termasuk dari Rumah Sakit Universitas Cambridge, merawat pasien itu untuk kemungkinan infeksi dan memberinya dosis penguat vaksin tetanus juga diberi antibiotik oral sebelum dipulangkan.

Kondisi Tangan Pasien Memburuk hingga Dibedah

Selang 24 jam, pria itu kembali ke rumah sakit. Dia melihat ada yang tidak beres dengan jari tengah kiri dan kanannya. Dalam upaya untuk menghentikan infeksi, petugas medis memutuskan untuk mengangkat jaringan yang rusak di sekitar lukanya dengan operasi dan memberinya tiga antibiotik lainnya.

Beruntung, pengobatan pasien korban digigit kucing liar ini pun berhasil. Para ilmuwan juga memeriksa penyeka dari infeksi di jari tengah kanan pasien tersebut. Mereka menemukan organisme tak dikenal seperti bakteri Streptococcus, yang dikaitkan dengan mata merah, meningitis, dan radang tenggorokan.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa itu adalah mikroba baru yang belum pernah tercatat. Para ahli mengatakan bahwa bakteri baru itu adalah bagian dari genus bakteri gram positif yang disebut Globicatella.

“Itu adalah spesies yang berbeda dan sebelumnya tidak terdeskripsikan,” kata para peneliti di Emerging Infectious Diseases.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kucing dapat menyebabkan luka gigitan jaringan dalam. Dijelaskan pula bahwa air liur mereka telah terdaftar berisiko infeksi sekunder yang berpotensi tinggi.

“Kucing sebagai reservoir spesies bakteri yang belum ditemukan yang memiliki potensi patogen pada manusia,” tutur mereka.

Tenaga medis pun menyarankan agar seseorang yang mengalami luka akibat digigit kucing dapat membersihkan kulit di sekitar luka dengan sabun, air atau antiseptik. Direkomendasikan pula penggunaan parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit atau pembengkakan.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement