3. Neisseria Gonorrhoeae
Bakteri ini akan bertanggung jawab untuk infeksi menular seksual gonore, peningkatan resistensi antibiotik telah dicatat pada 1904 untuk penisilin, tetrasiklin, kuinolon, dan antibiotik makrolida.
Bakteri ini telah menunjukan resistensi pada sefalosporin generasi ketiga yang dimana secara resmi dianggap resisten terhadap banyak obat.
4. Enterococcus faecium
Pada umumnya bakteri ini terdapat didalam usus manusia dimana E.faecium hidup secara damai bersama kita sepanjang waktu. Tapi bakteri ini akan berubah menjadi patogen yang menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih, infeksi darah dan meningtis.
Bakteri ini memiliki resistensi intrinsik terhadap beberapa kelas antibiotik, seperti penisilin dan sefalosporin, tetapi paling terkenal karena ketahanannya terhadap antibiotik vankomisin.
5. Acinetobacter Baumannii
Bakteri ini sebagai musuh publik nomor satu,dimana bakteri ini masuk kedalam daftar kritis untuk antibiotik genarasi berikutnya,setelah mengalahkan antibiotik karbapenem dia menjadi paling terakhir.
Bakteri ini dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi luka, yang dapat menyebabkan infeksi darah yang tidak dapat diobati (sepsis).
Bakteri ini memiliki kecenderungan yang sangat kuat untuk mendapatkan materi genetik dari spesies bakteri lain, itulah sebabnya mengapa bakteri ini sangat sukses dalam mengembangkan resistensi terhadap semua hal yang telah diberikan. LEO
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.