Pada tahun 1984, akhirnya tas Birkin dari Hermes pertama dirilis. Desain dan fungsinya terinspirasi dari pribadi Birkin, dengan corak garis-garis, gaya minimalis, dan tampilan kasual. Ukurannya 40 sentimeter dan dijual dengan harga sekitar USD2000 atau sekira Rp30 juta.
(Jane Birkin dengan tas Birkin Hermes, Foto: Alamy)
Namun pada tahun 2011, Jane memilih menjual tas Birkin Hermes miliknya yang sudah usang tersebut lewat metode lelang. Ia menjualnya seharga USD162000 atau sekira Rp 2,4 miliar yang digunakan untuk mendukung donasi gempa bumi di Jepang kala itu.
Di balik sejarah panjangnya dan kini begitu digemari banyak orang di berbagai dunia, siapa sangka faktanya awalnya Birkin itu tak mendapat respon positif dari publik. Pasalanya, orang-orang lebih menyukai tas-tas Chanel dan meski tas Hermes berkualitas tinggi, tetap belum bisa mengalahkan Chanel.
Akhirnya baru pada tahun 1990-an lah tas yang terinspirasi dari Jane Birkin sebagai ‘It Girl” alias sosok bintang tenar baru menanjak popularitasnya. Sejarah awal tas Birkin menunjukkan bahwa pada pergantian abad, popularitas tas ini akhirnya sangat melonjak. Tas tersebut bahkan menjadi simbol status sosial dan kemapanan seseorang.