KINI polusi udara terutama di Jakarta kian memburuk. Polusi ini terdiri dari partikel debu atau asap kendaran bermotor, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan ozon di permukaan bumi. Polutan dibagi menjadi 2 yaitu polutan indoor yang dihasilkan dari pembakaran bahan rumah tangga dan polutan outdoor.
Seperti diketahui, polusi udara menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti asma, infeksi saluran nafas, alergi, nyeri dada ISPA, dan masih banyak lagi. Paparan polusi udara juga dapat membuat seseorang berisiko terkena kanker paru-paru, serangan jantung, stroke, dan dalam kasus ekstrim, kematian dini.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, dr Taufani Dewi Vitriana, SP.THT-KL RSHB, orang yang sering terpapar polusi udara akan berisiko pada masalah paru-paru seperti asma.
"Apalagi buat mereka yang memang memiliki riwayat penyakit asma, pasti jadi sering kambuh," ucap dr Taufani saat ditemui dalam acara Tapping Healthy Lifestyle Okezone x RSHB.
Selain itu juga polusi udara dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK merupakan penyakit paru kronik yang mengakibatkan penyempitan saluran napas, yang bersifat kronik dan ireversibel.
BACA JUGA:
"PPOK dimana akan terjadi kerusakan karena peradangan pada paru-parunya yang terus menerus," tambahnya.
Ketika paru-paru sudah terinfeksi, seseorang akan mengalami pneumonia, atau fatalnya bisa mengidap kanker paru.
BACA JUGA: