4. Mengurangi risiko penyakit
Bayi yang diberi ASI juga dapat mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti infeksi tengah telinga, infeksi saluran pernapasan, flu, kerusakan jaringan usus,
sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), alergi, penyakit usus, diabetes, hingga leukimia.
5. Meningkatkan berat badan bayi
Asi dapat membantu meningkatkan berat badan bayi dan membantu mencegah obesitas. Menyusui selama lebih dari 4 bulan memiliki penurunan yang signifikan dalam kemungkinan bayi mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Ini mungkin karena perkembangan bakteri usus yang berbeda. Bayi yang disusui memiliki jumlah bakteri usus menguntungkan yang lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi penyimpanan lemak.
Bayi yang diberi ASI juga memiliki lebih banyak leptin dalam sistemnya daripada bayi yang diberi susu formula. Leptin adalah hormon kunci untuk mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.
Bayi yang disusui juga mengatur sendiri asupan susunya. Mereka lebih baik makan hanya sampai mereka puas dengan rasa lapar mereka, yang membantu mereka mengembangkan pola makan yang sehat.
6. Membuat anak lebih pintar
Beberapa penelitian menyebut anak yang diberi ASI lebih pintar dibanding susu formula. Hal itu karena pengaruh dari keintiman fisik, sentuhan, dan kontak mata yang berhubungan dengan menyusui serta kandungan nutrisinya.
Studi menunjukkan bahwa bayi yang disusui memiliki skor kecerdasan yang lebih tinggi dan kecil kemungkinannya untuk mengembangkan masalah perilaku mengalami kesulitan belajar seiring bertambahnya usia.
Namun, efek yang paling menonjol terlihat pada bayi prematur, yang memiliki risiko lebih tinggi untuk masalah perkembangan.
Itu penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa menyusui memiliki efek positif yang signifikan pada perkembangan otak jangka panjang bayi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.