Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1 dari 22 Orang Merupakan Psikopat, Psikolog: Kebanyakan Tidak Menjadi Penjahat!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 13 Juli 2023 |10:06 WIB
1 dari 22 Orang Merupakan Psikopat, Psikolog: Kebanyakan Tidak Menjadi Penjahat!
Psikopat menikmati kesuksesan jadi bos (Foto: Topic insight)
A
A
A

RUPANYA studi baru-baru saja ini menunjukkan, 1 dari 22 orang merupakan psikopat. Ini artinya kita punya kemungkinan bertemu dengan salah satu osikopat dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua psikopat melakukan kejahatan yang membahayakan masyarakat. Faktanya, beberapa psikopat terus menikmati karir yang sangat sukses dan suka dengan naik jabatan dan selalu unggul dalam posisi kepemimpinan, seperti CEO.

psikopat

Tapi apa sebenarnya psikopat itu? Apa bedanya dengan gangguan kepribadian lainnya?

Dikutip dari New York Post, Psikolog dari Melbourne, Carly Dober menjelaskan, memang banyak yang bingung membedakan psikopat dengan gangguan kepribadian lainnya.

“Di bidang kami, diagnosis 'psikopat' sebenarnya diganti dengan 'gangguan kepribadian anti-sosial' (ASPD), yang berfokus terutama pada aspek perilaku psikopati," ujar Director The Australian Association of Psychologists Incorporated, Carly Dober.

“Ini termasuk agresi, impulsif, pelanggaran hak orang lain, tidak berperasaan, tidak punya penyesalan, dan narsisme. Dalam beberapa pengaturan hukum, istilah tersebut masih dapat digunakan,” kata Dober.

Meskipun punya gambaran seorang psikopat seperti di film-film Hollywood, seperti American Psycho.

“Faktanya kebanyakan psikopat tidak memilih untuk menjadi penjahat," terang Dober.

“Kita tahu bahwa kepribadian terbentuk selama masa kanak-kanak. Pengalaman mereka kemungkinan besar dibentuk oleh gen yang diwariskan, serta situasi dan pengalaman hidup," ujarnya.

 BACA JUGA:

“Jadi, meskipun sifat psikopat memang membuat orang lebih rentan melakukan kejahatan, tidak semua orang akan melakukan kejahatan, artinya tidak semua psikopat jadi penjahat," katanya.

 BACA JUGA:

“Namun, ditemukan juga bahwa mungkin ada tingkat kecenderungan psikopat yang optimal untuk keefektifan kepemimpinan," ujar Dober.

Memang psikopat kadang menyakiti atau membunuh hewan, membakar, dan melakukan agresi yang tidak terkendali, atau terlibat dalam perilaku aneh dan anti-sosial.

Ini berlaku untuk beberapa pembunuh berantai yang terkenal, seperti Jeffrey Dahmer, yang akan mengumpulkan hewan mati untuk dibedah, atau 'Anak Sam' David Berkowitz yang dilaporkan tergila-gila dengan api dan bertanggung jawab atas banyak insiden yang melibatkan pembakaran.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement