APA itu Allurion? Istilah tersebut memang masih asing di telinga masyarakat, tapi mungkin tidak bagi mereka para pejuang menurunkan berat badan.
Ya, Allurion ada kaitannya dengan penurunan berat badan. Terapi ini memastikan seseorang dengan indeks massa tubuh di atas 27 kg/m3 membatasi asupan makanan dengan cara tak biasa, yaitu menempatkan balon di lambung.
Balon yang dimaksud adalah intragastric balloon yaitu suatu benda berbentuk bulat terbuat dari Polyurethane dan berisi cairan khusus 550 ml yang ditempatkan di dalam lambung. Proses pemasukannya menggunakan kapsul yang tersambung dengan selang khusus.

"Proses masuknya kapsul hingga menjadi balon berlangsung sekitar 15-20 menit," papar Clinical Manager Jakarta Slimming Center by Klinik Permata Wong dr Nathania S. SUtisna, SpGK, saat ditemui langsung MNC Portal, beberapa waktu lalu.
Jadi, kapsul dimasukkan ke dalam mulut pasien, lalu ditempatkan di lambung. Sensasi mual sangat normal dialami pasien, karena secara sengaja memasukkan benda asing ke dalam tubuh melalui mulut.
Apakah kapsul sudah ada di posisi yang tepat, yaitu di dalam lambung bagian atas, diperlukan tindakan tambahan yaitu X-Ray. Kalau sudah tepat, kapsul yang ditelan dimasukkan cairan khusus sebanyak 550 ml hingga berubah menjadi balon.

Secara sistematis, kalau balon sudah terisi 550 ml cairan, dia akan lepas secara otomatis dari selang yang sebelumnya tersambung dan itu artinya balon sudah ada di lambung. Tindakan X-Ray kedua dilakukan untuk memastikan apakah balon sudah terisi penuh di lambung. Kalau sudah, selang dikeluarkan secara perlahan melalui mulut.
"Sensasinya, ya, seperti kelolodan kangkung, kayak ada tali yang dicabut dan dikeluarkan lewat mulut," ujar dr Nath, nama sapaannya.
Selama 3 hari non-stop, tim dokter akan memantau kondisi pasien. Mulai dari gejala yang muncul, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, hingga pemantauan sensasi di perut yang mungkin dialami.
Setelah tiga hari, sambung dr Nath, biasanya pasien sudah terbiasa dengan adanya balon di lambung. Rasa mual akan menghilang dan pasien dapat beraktivitas seperti sedia kala.
"Ini terapi yang aman. Sudah 90 negara menggunakannya, termasuk Indonesia. Pemasangan balon lambung pertama di Indonesia dikerjakan pada 21 Juni 2023 kepada pasien bernama Ariendita Swestiana. Semua berjalan lancar," jelas dr Wong, founder Jakarta Slimming Center.
"Malaysia sebagai negara tetangga pun sudah lama mengandalkan Allurion sebagai terapi penurun berat badan. Jadi, meski ini baru di Indonesia, tapi di dunia sudah banyak dikerjakan," tambahnya.