Bukan hanya itu, Asri Welas juga turut membimbing proses pembuatan kain Batik hingga selesai, termasuk di dalamnya proses mencanting hingga akhirnya Batik dijemur untuk memastikan warna Batik terlihat bersinar.
"Dari mulai mengecap, mencanting karena kita campur cap dan tulis, mencantingnya bagaimana, diwarnainya kayak apa, dikunci warnanya kayak apa, dijemur di matahari sehingga warnanya makin bersinar, itu kami ajarkan," tutur Asri.
Dari pelatihan tersebut, tercipta delapan set busana muslim ready to wear yang diperlihatkan pada hari kedua LIMOFF, Jumat 7 Juli kemarin. Busana yang ditampilkan, memperlihatkan motif yang menggambarkan tradisi dan budaya NTB seperti kisah Putri Mandalika, para penari tradisional NTB, gendang baleq, serta budaya lainnya.
Adapun pemilihan warna didominasi warna terang, seperti kuning dan merah yang begitu menyala. Selain busana muslim ready to wear, Asri Welas juga menyebut jika pelatihan yang dilakukannya itu juga menghasilkan sekitar 25 kain Batik dan 10 selendang.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.