Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bantu UMKM NTB Tekan Biaya Produksi Asri Welas Ajarkan Mengecap Batik Pakai Boks Bekas

Nurul Amanah , Jurnalis-Sabtu, 08 Juli 2023 |21:00 WIB
Bantu UMKM NTB Tekan Biaya Produksi Asri Welas Ajarkan Mengecap Batik Pakai Boks Bekas
Asri Welas di LIMOFF 2023, (Foto: MPI/Nurul Amanah)
A
A
A

ASRI Welas sebagai salah satu artis, desainer dan penggiat budaya ternyata punya misi tersendiri ketika menyambangi Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ya, kehadirannya kali ini bukan hanya dalam rangka berpartisipasi sebagai desainer di perhelatan Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF), Asri Welas juga ingin membantu memberdayakan kain Batik NTB yang memadukan teknik cap dan tulis.

Asri Welas yang begitu kagum melihat kepopuleran tenun NTB, ingin kain batik NTB turut merasakan hal yang sama. Artis satu ini ingin semakin banyak masyarakat yang terampil membatik, sama seperti banyakya masyarakat yang begitu terampil menenun.

Salah satunya ia wujudkan dengan besinergi dengan LIMOFF dengan mengadakan pelatihan bersama pelajar dari SMK 5 Mataram dan beberapa UMKM untuk belajar mengecap Batik.

"Sebulan yang lalu House of Asri Welas mengadakan pelatihan bersama SMK 5 Mataram dan 15 UMKM itu kami belajar untuk bisa mengecap Batik," ujar Asri saat dijumpai di Sengigi, Lombok, NTB, Jumat (7/7/2023).

Adapun teknik mengecap yang dilakukan cukup unik, karena menggunakan boks bekas sebagai pengganti tembaga untuk proses mengecap. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan biaya sekaligus mempercepat proses produksi kain Batik.

"Biasanya mengecap kan pakai tembaga tapi ini kami ciptakan dari boks bekas yang mungkin bisa tahan membatik sampai satu tahun,” tambahnya.

(Foto: MPI/ Nurul Amanah) 

“Pertama, biayanya lebih murah, kedua bisa dikerjakan sendiri. Jadi motif yang diciptakan untuk NTB gak lama nunggunya karena kalau tembaga kan terlalu lama," jelas Asri panjang lebar.

Bukan hanya itu, Asri Welas juga turut membimbing proses pembuatan kain Batik hingga selesai, termasuk di dalamnya proses mencanting hingga akhirnya Batik dijemur untuk memastikan warna Batik terlihat bersinar.

"Dari mulai mengecap, mencanting karena kita campur cap dan tulis, mencantingnya bagaimana, diwarnainya kayak apa, dikunci warnanya kayak apa, dijemur di matahari sehingga warnanya makin bersinar, itu kami ajarkan," tutur Asri.

Dari pelatihan tersebut, tercipta delapan set busana muslim ready to wear yang diperlihatkan pada hari kedua LIMOFF, Jumat 7 Juli kemarin. Busana yang ditampilkan, memperlihatkan motif yang menggambarkan tradisi dan budaya NTB seperti kisah Putri Mandalika, para penari tradisional NTB, gendang baleq, serta budaya lainnya.

Adapun pemilihan warna didominasi warna terang, seperti kuning dan merah yang begitu menyala. Selain busana muslim ready to wear, Asri Welas juga menyebut jika pelatihan yang dilakukannya itu juga menghasilkan sekitar 25 kain Batik dan 10 selendang.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement