Sistem limbik mengirimkan sinyal berupa emosi ke sistem pesan otak. Setelah itu, saraf tubuh mengaktifkan kelenjar lakrimal yang membuat manusia mengeluarkan air mata.
Emosi yang datang bertubi-tubi membuat kelenjar lakrimal menghasilkan lebih banyak air mata. Kemudian air mata tumpah ke pipi dan terjadilah tangisan.
Webmd menuturkan bahwa beberapa orang cenderung lebih sering menangis daripada yang lainnya. Setidaknya 60% wanita lebih sering menangis daripada pria. Hal ini terjadi karena pria memiliki saluran air mata yang lebih kecil.
Pria juga memiliki lebih banyak hormon testosteron yang menghambatnya untuk menangis. Hormon prolaktin dalam tubuh pria juga menyebabkan lebih sedikit keluar air mata. Faktor lingkungan juga mendorong pria untuk tidak menangis.
Demikian alasan mengapa saat menangis manusia mengeluarkan air mata.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.