Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tren, Sandiaga: Wisata Bahari dan Megalitik Sangat Menjanjikan

Antara , Jurnalis-Rabu, 05 Juli 2023 |00:03 WIB
Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tren, Sandiaga: Wisata Bahari dan Megalitik Sangat Menjanjikan
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pariwisata berkelanjutan menjadi tren wisata yang menarik wisatawan saat ini, baik lokal maupun mancanegara.

Dari semua jenis wisata yang menjanjikan, mulai dari wisata bahari hingga megalitikum, Sandiaga menyebut seluruhnya mengarah pada aspek keberlanjutan.

“Hutan dan pegunungan selama ini menjadi magnet utama, tapi, wisata bahari, wisata minat khusus, megalitik, juga sangat menjanjikan, dan semua aspeknya adalah keberlanjutan, dengan pendekatan konservasi terutama untuk wisata alam,” kata Sandiaga melansir ANTARA.

Pariwisata berkelanjutan merupakan pengembangan konsep berwisata yang dapat dapat memberikan dampak jangka panjang, baik terhadap sosial, budaya, maupun bagi ekonomi dan lingkungan.

Infografis Tren Traveling 2023

Sandi, demikian ia karib disapa, berujar bahwa saat ini, wisatawan juga banyak mengincar destinasi wisata yang mengutamakan keberlanjutan, kehidupan personal, kehidupan lokal, hingga sensasi liburan dengan representasi mental.

“Jadi, semua konsepnya itu adalah kehidupan personal, kehidupan lokal, yang terkustomisasi, kecil dalam ukuran namun berdampak besar. Kalau anak muda sekarang bilang ini wisata healing,” pepernya.

Dengan potensi itu, Kemenparekraf menargetkan para pelaku usaha untuk mampu mengelola berbagai objek wisata Tanah Air sesuai dengan minat pasar. Kolaborasi lintas kementerian, akademisi, pelaku usaha hingga komunitas menjadi strategi kunci bagi pariwisata yang berhasil.

“Semakin banyak pelaku usaha yang mengelola, semakin banyak juga pariwisata Indonesia yang memberikan dampak berkualitas dan berkelanjutan. Saya yakin dari total 2.500 lebih perusahaan pengelola wisata ini sangat mengerti bagaimana kita bisa mendorong wisata minat khusus ini,” ujar Sandi.

Lebih lanjut Ia menambahkan, segala infrastruktur baru yang dibangun pada objek-objek wisata, juga akan selalu diupayakan mengutamakan aspek keberlanjutan dari lingkungan. Upaya itu juga diiringi dengan sertifikasi standar pariwisata berkelanjutan yang dikomandoi Indonesia Sustainable Tourism Council.

Infografis Traveling

“Pariwisata ini harus juga menjadi sektor yang memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, ekonomi hijau sehingga kegiatan pariwisata ini juga bisa membantu menangani isu-isu perubahan iklim,” kata dia.

Saat ini, indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dirilis World Economic Forum (WEF) pada 24 Mei 2022 menunjukkan Indonesia melesat naik 12 peringkat, dari posisi 44 menjadi peringkat 32 besar dunia, mengalahkan Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement