KAPAL selam Titan memulai perjalanan untuk menjelajahi bangkai kapal Titanic di Atlantik Utara, pada 18 Juni 2023. Namun tak lama berangkat, kapal berisi lima penumpang itu dinyatakan hilang kontak.
Hilangnya kapal itu tentu menghebohkan dunia. Pasalnya, penumpang kapal selam yang dioperasikan OceanGate Expeditions itu bukan orang sembarangan. Ada pengusaha Inggris-Pakistan, Shahzada Dawood dan putranya, Suleman.
Tiga orang lainnya adalah pilot kapal selam Paul-Henri Nargeolet, CEO OceanGate Expeditions Stockton Rush, serta miliuner asal Inggris Hamish Harding.
Hingga 21 Juni 2023, kapal selam Titan masih belum ditemukan. Namun First Coast Guard District mengklaim, pihaknya mendeteksi bebunyian di sekitar kapal selam itu hilang kontak.
Karena itu, First Coast Guard District memperluas pencarian mereka dibantu para ahli kapal selam dari British Royal Navy. Kapten Jamie Frederick dari lembaga itu mengatakan, pencarian dilakukan secara eksponensial seluas 4 kilometer.
“Pencarian ini sangat kompleks karena terkait lokasi yang jauh di lepas pantai dan melibatkan berbagai lembaga dan negara,” ujar Frederick seperti dikutip dari USA Today, pada Kamis (22/6/2023).
Di luar insiden yang terjadi saat ini, wisata laut dalam memang menjadi salah satu bisnis yang dilirik para investor. Pasalnya, wisata ini tak dinikmati sembarang orang karena harganya yang fantastis.
Wisata Laut Dalam
Bagi sebagian orang, menjelajahi laut dalam menggunakan kapal kecil mungkin bukan ide menarik. Namun hobi baru ini ternyata menjadi bisnis potensial karena digemari para konglomerat.
Beberapa konglomerat, seperti sutradara kenamaan James Cameron, menjadi investor produsen kapal selam wisata bernama Triton Submarines. Satu unit kapal selam wisata itu dibanderol seharga USD2,5 juta-USD40 juta (Rp37,3 miliar-Rp598 miliar).
Dengan harga yang terbilang sangat wah tersebut, maka pembeli akan mendapatkan kapal dengan cat khusus, tempat duduk kulit, hingga pelatihan untuk pilot, operator, dan lima kru.

Selain Cameron, penyelam dunia Victor Vescovo juga turut mencicipi bisnis tersebut. Pada 2020, dia menyewakan kapal selam Triton miliknya seharga USD750.000 (Rp11,21 miliar) per orang untuk menjelajah Palung Mariana sedalam 11.760 meter.
Mengutip The Points Guy, kapal selam bernama ‘The Limiting Factor’ itu memiliki dua tempat duduk, tiga view ports, kamera high-definition, dan 10 set lampu LED yang menerangi area di sekitar kapal.
Perjalanan menjelajahi Palung Mariana umumnya memakan waktu hingga 14 jam dimulai dengan perjalanan turun selama 4 jam. Di dasar laut, penumpang bisa mengeksplorasi kondisi sekitarnya selama 4-6 jam, sebelum naik ke permukaan yang juga membutuhkan waktu sekitar 4 jam.
Berwisata menggunakan kapal selam berarti setiap penumpang harus siap berada di ruang sempit dan gelap selama berjam-jam. Kebutuhan untuk buang air pun hanya dilakukan di sebuah tas dan botol khusus.
Namun Victor Vescovo kemudian menjual kapal selam The Limiting Factor miliknya untuk sebuah proyek ilmiah. Namun begitu, dia dianggap sukses memperkenalkan laut dalam sebagai ‘wisata’ bagi orang berduit.
Masa Depan Wisata Laut Dalam
OceanGate Expeditions, operator kapal selam wisata Titan yang saat ini menghilang, memulai paket menjelajah bangkai kapal Titanic, pada pertengahan 2022. Harganya sebesar USD250.000 (Rp3,7 miliar) per penumpang.
“Ini bisnis yang sangat tidak biasa. Ia memiliki kategorinya sendiri. Ini adalah jenis wisata baru di mana orang-orang tidak berpikir dua kali tentang biayanya,” ujar Stockton Rush, CEO OceanGate kepada CBS News, pada 27 November 2022.
Kala itu, Rush menjelaskan, beberapa klien mereka adalah penggemar berat Titanic yang awam disebut Titaniac. “Bahkan ada penumpang yang rela menggadaikan rumah mereka dan menjelajah bangkai kapal Titanic bersama kami,” tuturnya.

Penampakan dalam kapal selam Titan. (Foto: OceanGate Expeditions)
Triton yang merupakan produsen kapal selam yang berbasis di Florida, Amerika Serikat mengungkapkan, wisata ini berpotensi bertumbuh pesat di masa depan dengan 1 juta penumpang per tahun.
Wisata menjelajah laut dalam ‘skala kecil’ juga pernah ditawarkan Scenic Luxury Cruises and Tours. Mereka menawarkan perjalanan bawah air di kedalaman 300 meter menggunakan kapal selam Scenic Neptune.
Uber dan Badan Pariwisata Queensland juga pernah menawarkan ScUber, pengalaman menjelajahi bawah air Great Barrier Reef selama 1 jam. Harga yang ditawarkan pun lebih bersahabat, USD2.000 (Rp29,9 juta) untuk dua penumpang.*
(Siska Maria Eviline)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.