BELUM lama ini Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan, kasus sifilis alias penyakit raja singa kembali melonjak di Yogyakarta.
“Tau nggak sih Lur, Kasus Sifilis di DIY Melonjak loh,” tulis Kominfo DIY, melalui akun resminya, @kominfodiy.

Menurut data yang mereka himpun, tercatat angka kasus sifilis di Yogyakarta mencapai 89 kasus per bulan April 2023. Mereka juga menyebut bahwa kasus tersebut mayoritas terjadi pada kelompok masyarakat dengan rentang usia 25-49 tahun.
Sedangkan kasus Sifilis di Indonesia juga jadi sorotan karena diklaim naik hampir 70% dalam waktu 5 tahun terakhir. Hal ini berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tentu ini memicu rasa khawatir di tengah masyarakat.
Melihat hal ini, Dr Arini Widodo, Sp. KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin menjelaskan, kalau secara keseluruhan penyakit menular seksual seperti HIV maupun Sifilis bisa dicegah dengan rutin cek, setia dengan pasangan, dan jika berisiko bisa dikonsultasikan dengan dokter.
"Secara keseluruhan, pencegahan penularan HIV dan sifilis membutuhkan kombinasi strategi, yang di antaranya termasuk praktik seks aman, melakukan tes secara rutin, membatasi jumlah pasangan seksual, menghindari berbagi jarum suntik, dan mempertimbangkan PrEP atau PEP jika sesuai," ujar Dr Arini kepada MNC Portal.
Dalam penjelasannya, tes rutin untuk penyakit menular bisa dilakukan setiap tahun. Hal ini sangat direkomendasikan teruntuk mereka yang rutin dalam aktivitas seksual.
BACA JUGA:
Bahkan, ia juga menegaskan agar mengurangi jumlah pasangan seksual yang membantu mengurangi risiko penularan HIV dan sifilis. Memilih pasangan yang juga telah diuji untuk IMS dapat membantu mengurangi risiko.
BACA JUGA: