Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Kelainan Pada Saluran Pencernaan, Salah Satunya Lesi dan Polip

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Selasa, 13 Juni 2023 |21:30 WIB
3 Kelainan Pada Saluran Pencernaan, Salah Satunya Lesi dan Polip
Sakit perut (Foto: San antonio)
A
A
A

DALAM sistem pencernaan, bukan cuma lambung yang penting untuk diperhatikan kesehatannya. Namun usus juga wajib dijaga kesehatannya.

Apalagi kesehatan usus itu memengaruhi setiap bagian lain dari tubuh, meliputi organ kulit, sistem kekebalan tubuh, siklus tidur, jantung, otak, dan yang lainnya. Oleh karena itu penting untuk menjaga kesehatan usus agar selalu baik.

 dokter

Dr. dr. Tjahjadi Robert Tedjasaputra, Sp.PD-KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Siloam Lippo Village menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan sistem pencernaan. Oleh karena itu perlu mewaspadai sejumlah kelainan pada saluran pencernaan.

Menurut dokter lulusan Subspesialis Konsultan Gastroenterologi Universitas Indonesia ini, terdapat kapsul endoskopi adalah untuk membantu mendiagnosis kelainan pada saluran pencernaan, antara lain,

1. Lesi dan polip

Kapsul endoskopi dapat membantu dokter dalam menemukan lesi dan ulserasi pada saluran pencernaan yang sulit dijangkau oleh endoskopi konvensional.

2. Crohn's disease dan colitis ulseratif (IBD)

Kapsul endoskopi juga dapat membantu dokter dalam mendiagnosis kembali penyakit Crohn, yakni suatu kondisi peradangan kronis pada saluran pencernaan.

3. Tumor

Kapsul endoskopi dapat membantu menemukan tumor pada saluran pencernaan yang sulit dijangkau pada usus halus.

Ia menerangkan bahwa kapsul endoskopi adalah prosedur pemeriksaan endoskopi yang dilakukan dengan menggunakan sebuah kapsul yang berisi kamera dan lampu kecil yang dikonsumsi oleh pasien. Jangka waktu aktifnya kapsul tersebut bisa mencapai 12 (dua belas) jam di dalam tubuh.

Kapsul tersebut dapat mengambil gambar dari bagian usus dan mengirimkannya ke penerima sinyal di luar tubuh untuk dianalisis oleh dokter.

 BACA JUGA:

“Prosedur ini biasanya digunakan untuk memeriksa usus halus, karena bagian tersebut adalah bagian yang sulit dijangkau dengan endoskopi konvensional” ujar dr. Robert.

 BACA JUGA:

Apa fungsi kapsul endoskopi?

Selain tujuan yang disebutkan di atas, kapsul endoskopi merupakan metode yang nyaman untuk pemeriksaan saluran pencernaan yang memungkinkan pasien melakukan aktivitas normal saat menjalani prosedur ini, tanpa memerlukan anestesi dan intervensi bedah.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh pasien sebelum diberikan kapsul endoskopi. Pertama, pasien harus berpuasa selama kurang lebih 6 (enam) jam sebelum prosedur dilakukan. Kedua, kapsul endoskopi ditelan oleh pasien dan akan melewati saluran pencernaan dan bekerja mengambil gambar dari bagian dalam usus pasien.

Beberapa jam kemudian setelah kapsul masuk ke dalam tubuh, pasien akan dimonitor oleh penerima sinyal yang bertugas mengambil gambar. Tahap terakhir adalah pembuangan kapsul secara alami saat pasien buang air besar. Biasanya pasien dapat mengeluarkan kapsul endoskopi saat buang air besar antara 2 (dua) sampai 3 (hari) setelah kapsul tersebut ditelan.

“Prosedur ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan memakan waktu sekitar 10 jam atau lebih untuk monitor, tergantung pada bagian tubuh yang diperiksa terutama di bagian usus halus,” ungkap dr. Robert.

Dokter akan menilai hasil kapsul endoskopi untuk mencari tanda-tanda kelainan, seperti luka, peradangan, polip, atau tumor. Hasil kapsul endoskopi yang sudah dianalisis kemudian digunakan dokter untuk menentukan diagnosis yang akurat dan membantu dalam perencanaan pengobatan yang lebih tepat.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement