Afan, aparat Desa Mandiangin Timur, berterima kasih kepada pengelola taman yang diinisiasi para pegiat lingkungan.
Adanya kawasan wisata yang berbasiskan agroforestri dan pelestarian alam ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wahana riset
Taman yang didirikan pada 5 November 2020 atau bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional itu, kini sering dikunjungi pelajar dan mahasiswa untuk melakukan penelitian tentang ekosistem hutan hujan tropis.
Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Indonesia terus mendukung program pemerintah untuk melestarikan keragaman hayati di luar kawasan konservasi dan memperluas ruang terbuka hijau dengan mendirikan beberapa tman biodiversitas.

Salah satu penggagas dan pendiri taman biodiversitas itu menyebut manfaat, antara lain sebagai sumber genetik tumbuhan dan tanaman lokal, juga sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan serta ekowisata, sekaligus ruang terbuka hijau dan penambahan tutupan vegetasi.
Wahana riset keragaman hayati hutan hujan tropis di kawasan lembah Bukit Manjai itu kini dilengkapi ragam flora dan fauna yang hidup alami di alam bebas.
Para pegiat lingkungan terus berupaya menjadikan taman biodiversitas sebagai wadah hidup dan berkembangnya aneka tumbuhan langka asli Kalimantan.
Seperti pohon ulin yang semakin langka populasinya di alam saat ini, kini ditanami kembali di taman biodiversitas dengan jumlah ratusan batang.