KUALITAS udara di Indonesia, khususnya wilayah DKI Jakarta beberapa hari terakhir terus jadi sorotan karena memburuk akibat polusi udara. Hal ini juga dinilai oleh Dokter Spesialis Anak bisa berdampak ke anak, khususnya yang berusia di bawah setahun.
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A usia anak di bawah 5 tahun dan setahun memang paling rentan untuk terdampak polusi. Dampak yang ditimbulkan nggak main-main bisa menyebabkan batuk, pilek, hingga radang tenggorokan.

"Polusi udara dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan saluran pernapasan anak. Anak-anak yang terpapar polusi udara cenderung mengalami peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan atas dengan gejala seperti pilek, batuk, dan radang tenggorokan," jelas dr Denta kepada MNC Portal.
"Usia paling rentan di bawah lima tahun terutama di bawah setahun," sambungnya
Dengan ini, dokter yang akrab disapa Dokter Denta sebut memang benar jumlah pasien yang mengalami gangguan pernapasan meningkat belakangan ini. Efek dari polusi udara lah ia sebutkan memang mudah menginfeksi saluran napas anak.
Dia mengimbau agar setiap orang tua bisa selalu memantau kualitas udara sekitar. Apabila memburuk disarankan untuk membatasi aktivitas ke liar ruangan.
BACA JUGA:
"Kasus infeksi saluran napas yang saya temui memang meningkat belakangan ini. Monitor selalu kualitas udara sekitar. Jika kualitas memburuk, batasi kegiatan anak di luar rumah. Optimalkan juga perilaku hidup bersih dan sehat," imbuh dr Denta
BACA JUGA: