DODOL betawi masuk jenis dodol khas suku Betawi yang ada di Jakarta. Dodol betawi biasanya berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain.
Sedangkan, untuk soal rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam dan durian. Proses pembuatan dodol betawi juga terbilang sangat rumit.
Bahan baku pembuatan dodol Betawi terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus dimasak di atas tungku dengan kayu bakar selama 8 jam.
Dodol betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadhan, Idul Fitri atau Idul Adha.
Dodol Betawi (Foto: Shopee)
Terlebih, menjelang hari raya, dodol betawi selalu laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang-orang yang ahli membuat dodol betawi.
Berikut ulasan mengenai asal usul dan filosofi dodol Betawi, seperti dikutip Okezone dari laman Kemdikbud.
Asal-usul
Asal usul adanya dodol betawi dari awal pembuatan dodol Betawi dilakukan secara bersama-sama ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau Adha. Keluarga besar Betawi yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol.

Dodol Betawi (Foto: IG/@dodolhbtoha)
Setelah bahan tersedia, para pria bertugas membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan.
Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makanan berbuka puasa. Setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan uang atau bahan dalam pembuatan dodol.
Filosofi
Karena kebersamaan inilah menjadikan dodol Betawi memiliki filosofi soal hidup bertetangga menjadi adanya semangat gotong royong. Selain itu, dodol Betawi semakin jarang ditemui karena proses pembuatan yang memakan waktu cukup lama.
Proses pembuatan dodol Betawi bukanlah hal yang mudah karena memerlukan tenaga ekstra dalam mengaduk adonan dodol.
Apalagi, dalam satu panci kuali besar dengan diameter satu meter, adonan dodol harus diaduk selama tujuh jam tanpa berhenti, kalau berhenti adonan akan keras dan rasanya tidak merata.

Dodol Betawi (Foto: IG/@juragandodolbetawi)
Untuk membuat dodol Betawi sebanyak satu kuali memerlukan beberapa bahan dasar berupa gula merah sebanyak tiga peti, gula pasir empat plastik, santan kelapa tiga ember, dan 10 liter ketan hitam.
Beberapa adonan dasar tersebut kemudian dicampur menjadi satu ke dalam kuali besar yang nantinya dapat menghasilkan 20 besek dodol Betawi.
(Rizka Diputra)