KASUS Rabies di Indonesia tengah jadi sorotan karena sudah ada dua kabupaten yang berstatus kejadian luar biasa (KLB) yaitu Kabupaten Sikka, NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hal ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena sudah ada 11 kematian yang 95% kasus ditularkan dari hewan anjing.
"95% kasus rabies pada manusia lewat gigitan anjing yang terinfeksi. Ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar, tapi 95% karena gigitan anjing,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi, MPHM dilansir dari Sehat Negeriku.

Lantas mengapa rabies ini sangat mematikan bagi manusia?
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) rabies ialah virus bisa menginfeksi sistem saraf pusat manusia.
"Virus tersebut dapat menyebabkan penyakit di otak, yang pada akhirnya mengakibatkan kematian," keterangan dalam website resminya.
Perjalanan virus rabies dalam tubuh hewan, dari berbagai penelitian katanya virus rabies dimasukkan ke dalam otot melalui gigitan hewan mamalia. Ia berpindah dari tempat gigitan ke otak dengan bergerak di dalam saraf, sekalipun hewan itu tidak tampak sakit.
Kemudian, waktu antara gigitan dan munculnya gejala disebut masa inkubasi dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Gigitan hewan selama masa inkubasi, bisa saja tidak membawa risiko rabies karena virus belum sampai ke air liur.
Setelah virus rabies mencapai otak dan berkembang biak di sana menyebabkan radang otak, ia berpindah dari otak ke kelenjar ludah dan air liur. Setelah virus berkembang biak di otak, hampir semua hewan mulai menunjukkan tanda-tanda awal rabies.
Sementara itu, manusia biasanya terkena rabies dari gigitan hewan yang terinfeksi rabies, jarang bagi orang untuk terinfeksi rabies dari paparan non-gigitan. Penularan virusnya bisa dari goresan, lecet, atau luka terbuka yang terkena air liur atau bahan menular lainnya dari hewan rabies.
"Virus rabies ditularkan melalui kontak langsung (seperti lewat kulit yang rusak atau selaput lendir di mata, hidung, atau mulut) dengan air liur atau jaringan otak/sistem saraf dari hewan terinfeksi rabies," jelas keterangan CDC.
Sebagai catatan, virus rabies hanya menyerang mamalia. Mamalia termasuk hewan berdarah panas yang punya bulu dan ingat, manusia juga mamalia.
Sementara burung, ular, dan ikan bukanlah mamalia, jadi mereka tidak bisa tertular rabies dan tidak bisa menularkannya kepada manusia. Tetapi mamalia mana pun bisa terkena rabies, termasuk manusia.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.