KINI heboh di masyarakat soal memberikan bekal pada anak yang umumnya yaitu mi instan dan telur. Hal ini mendapat tanggapan dari Dokter Spesialis Anak kalau ini dinilai kurang tepat.
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A, sebaiknya bekal anak bisa beralih pada pemberian dua telur goreng saja, dibandingkan mi dan telur.

Dengan begitu, ia meminta agar masyarakat tidak menjadi Panic-Buying atau berburu karena isu mi instan dan telur. Memang terjual dengan harga terjangkau untuk bekal anak, makanan tersebut.
"Harga mi instan ~Rp 4.000/pcs. Harga Telor ~2.000/pcs. Saran saya untuk bekal anak, daripada nasinya dikasih lauk 1 mi instan, sebaiknya dikasih 2 telor goreng aja. Tapi ini cuman saran saja dari saya yg ilmunya terbatas ini, jangan pada panic buying telor ya habis ini plis," jelas dr Denta dikutip dari Twitternya @sdenta, Rabu (31/5/2023).
Alasan mengapa Dokter Denta menyarankan lebih memilih telur daripada mi instan ditambah nasi untuk bekal anak. Hal ini untuk memberikan gizi yang lebih sehat.
BACA JUGA:
Diketahui, dari cuitannya ada netizen (pengguna media sosial) memberitahukan informasi gizi mi instan katanya lebih banyak (meningkat) dari telur. satu sajian kemasan mi instan memberikan energi total 380 kalori dan lemak jenuh 130 kalori karena kandungan garamnya juga tinggi sampai 1.070mg.
BACA JUGA:
Efeknya tidak heran buat banyak orang lebih memilih makanan asin (salty), katanya. "Lihat deh garamnya oh wow gak heran orang-orang bawaannya pada salty kebanyakan makan mi instan xixixi..," jelasnya.
"Gapapa, harga telur naik turun. Bismillah tetep usahakan yang terbaik untuk anak, Insya Allah selalu ada rejeki gak akan kita dilupain sama Allah yakin deh. Kalau perlu kitanya yang puasa, anak yang jadi prioritas. Semangat," imbuh Dokter Denta.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.