Bahkan ketika mereka belanja ke pasar di dunia nyata, orang-orang tidak akan ada yang mengenali mereka karena rupanya seperti manusia biasa.
Menurut pengakuan Pua Leba, ada anak dari Kota Saranjana yang memilih untuk sekolah di dunia nyata yang berada di Kecamatan Pulau Laut.
Meski sering keluar masuk Kota Saranjana, Pua Leba paling pantang makan dan minum di kota itu. Sebab, jika dilakukan maka ia akan terjebak di sana dan tidak bisa lagi kembali ke alam nyata.

Saat ini Pua Leba sering dimintai bantuan warga untuk mencarikan barang hilang. Pasalnya, pria dari Suku Mandar, Sulawesi Barat ini mengaku bisa meminta bantuan kepada sahabatnya di Saranjana untuk mencarikan barang apapun yang hilang itu.
“Dulu ada yang hilang mobilnya, saya minta tolong kawan di Saranjana. Tak lama saya dibilangin kalau mobilnya sudah dibawa ke bengkel di Batulicin. Saya telepon orang yang hilang mobilnya itu, saya suruh dia ke bengkel. Ternyata di bengkel orang-orang sudah ribut, kenapa katanya ada mobil di muka bengkel padahal tidak ada kemudinya,” kenang Pua Leba.