BANYAK orang yang suka makan daging babi, mungkin karena terasa lezat, gurih, berlemak. Namun ternyata makan daging babi tidak selalu aman.
Ahli Kesehatan dr Dicky Budiman menjelaskan, mengonsumsi daging babi bukan hanya menimbulkan risiko infeksi meningitis streptococcus suis (MSS), tapi ada beberapa risiko penyakit lainnya yang juga ikut mengintai.

Dari penjelasan dr. Dicky setidaknya ada sembilan jenis penyakit yang berisiko dialami oleh pemakan daging babi yakni meliputi Leptospirosis, Toksoplasmosis, Swine Brucellosis, Tularemia, Trichinellosis, Swine Influenza, Infeksi Salmonella, Hepatitis, hingga Patogenik E Coli.
"Berbagai penyakit ini yang perlu dikhawatirkan jika seseorang mengonsumsi daging babi atau kontak dengan babi," ungkap dr Dicky Budiman kala dihubungi MNC Portal baru-baru ini.
Selain itu belum lama ini Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) mendeteksi wabah demam babi afrika (ASF) di satu peternakan di Kepulauan Riau.
Laporan Reuters menjelaskan, wabah ASF itu menewaskan 35.297 babi yang ada di 285.034 peternakan di Pulau Bulan. Awal kasus terdeteksi pada 1 April dan dikonfirmasi pada 28 April 2023.
BACA JUGA:
"Demam Babi Afrika ini tidak membahayakan manusia, tetapi bisa berakibat fatal bagi babi," ungkap WOAH, dikutip MNC Portal.