WOAH juga menerangkan bahwa virus ASF sangat resisten terhadap lingkungan. Artinya, virus ASF dapat bertahan hidup di pakaian, sepatu bot, roda, dan bahan lainnya. Itu juga bisa bertahan di berbagai produk daging babi, seperti ham, sosis, atau bacon.
"Oleh karena itu, perilaku manusia dapat memainkan peran penting dalam menyebarkan penyakit babi lintas batas jika tindakan yang memadai tidak dilakukan," ungkap laporan WOAH.
Penyelidikan sedang dilakukan setelah penyakit ASF terdeteksi oleh Badan Pangan Singapura pada babi impor.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.