Selain menggunakan alat tenun tradisional yang hanya berukuran 1x1 meter, yang pastinya memakan waktu cukup lama, para wanita Sasak memerlukan waktu sekitar 1 bulan untuk menyelesaikan satu buah kain.
Hal tersebut tentu tak lepas dari proses pembuatan motif yang terbilang rumit. Keunikan lainnya ditemukan pada proses pewarnaan. Dimana bahan-bahan yang digunakan berasal dari pewarna alami seperti kunyit, getah pohon, daun sirih, daun pandan, dan warna ungu yang terdapat dari kulit buah manggis.
Untuk jenis kain tenun Sasak terbagi menjadi dua, yaitu kain tenun Songket dan kain tenun ikat dimana keduanya memiliki motif, warna, yang berbeda.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.