INDIA jadi salah satu negara yang juga ikut dilanda suhu panas ekstrem, tak main-main heatwave atau gelombang panas yang terjadi di salah satu negara benua Asia Selatan ini dilaporkan hingga merenggut nyawa.
Diketahui sebanyak 14 orang di kota Navi, Mumbai meninggal dunia akibat paparan suhu panas, yang mencapai hampir 40 derajat Celcius.
Melihat fenomena ini, para aktivis di India menyerukan pemerintah India agar segera sigap mengatasi kondisi ini. berbuat lebih banyak untuk hadapi gelombang panas ini. Mengingat sudah menjadi kondisi yang tak tertahankan lagi dan telah menyebabkan korban jiwa.
“Gelombang panas ini terjadi di lapangan terbuka tanpa banyak pepohonan, tapi dikelilingi bukit-bukit kecil, tapi karena terlalu jauh jadinya suhu panas itu terperangkap. Akhirnya masyarakat jadi kepanasan dan banyak yang kena heatstroke,” ujar K, Kumar, salah satu pekerja sosial.
Para aktivits menyerukan agar adanya pembentukan Pos/Kepala Administrasi khusus untuk menangani masalah gelombang panas yang dihadapi masyarakat. Chief heat officer yang ditunjuk di tingkat kota untuk mengatasi masalah secara lokal dan bisa membantu juga secara nasional.
Catatan jurnal medis Lancet dari 2017 hingga 2021, menyebutkan ada 55 persen lebih banyak orang meninggal akibat gelombang panas di India, jika dibandingkan dengan periode 2000 hingga 2004.
Data resmi juga menunjukkan bahwa gelombang panas India berlangsung lebih lama. Bahkan, kantor prakiraan cuaca India memperkirakan akan banyak bagian negara itu mengalami suhu lebih tinggi, menuju musim panas berlangsung hingga Juni mendatang.
Tahun 2022 sendiri, India dilaporkan mengalami enam kali lebih banyak hari gelombang panas dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (5/5/2023).
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.