"Beliau menjadi ulama yang luar biasa, di mana beliau menjadi guru-guru tokoh nasional seperti pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, pendiri organisasi Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, dan tokoh perempuan Raden Ajeng (RA) Kartini," katanya.
"Hari ini bertepatan Haul ke-123 Mbah Sholeh Darat, tentunya beliau jadi panutan bagi kita masyarakat Kota Semarang. Tentunya kita patut berbangga karena beliau (KH Sholeh Darat) ada di Kota Semarang," katanya.
Menurut dia, haul KH Sholeh Darat pada tahun ini berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-476 Kota Semarang.
Makam Mbah Sholeh Darat (Foto: dok. Umu Latifah)
"Ini menjadi satu semangat kita menjadikan Kota Semarang yang luar biasa. Alhamdulillah, haul KH Sholeh Darat tahun ini selisih satu hari dari Hari Jadi Kota Semarang. Harapannya hal ini bisa memberi berkah kepada masyarakat Kota Semarang," paparnya.
Selain makam KH Sholeh Darat, ada banyak makam ulama besar di Kota Semarang, seperti makam Ki Ageng Pandanaran, Ki Ageng Galang Sewu, Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya atau Singo Barong (Syekh Kramat Jati), dan Habib Thoha bin Muhammad Al-Qadhi (Mbah Depok).
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.