Dari penjelasan tersebut, rasa kaget yang amat tinggi atau besar, bisa memicu tensi darah meningkat. Hal ini pun bisa buat pembuluh darah pecah, yang mana kita pahami ini sebagai stroke.
Perlu diketahui, faktor risiko dari stroke sendiri beragam, mulai dari riwayat medis, dan kebiasaan atau gaya hidup bisa meningkatkan risiko stroke yang lebih tinggi, yaitu tekanan darah tinggi, kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) yang tinggi, merokok, diabetes, riwayat keluarga stroke, riwayat penyakit jantung, tingkat stres dan kecemasan yang tinggi, kondisi medis tertentu, seperti gangguan perdarahan, dan penggunaan narkoba seperti kokain.
Sehubungan dengan stroke akibat suara petasan kemudian meninggal dunia, menurut Dr Fajri kecil peluangnya. Sebab masih ada kemungkinan lain yang mendasari, sehingga kematian bayi akibat suara petasan di Gresik, katanya belum bisa dipastikan.
"Tapi kemungkinan besar Dia memiliki hal yang mendasari, jarang ada kaget (kemudian meninggal) stroke itu hampir jarang banget," katanya.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.