Hasilnya menunjukkan, usai menjalani satu sesi terapi mindfulness dengan sinyal kemoterapi, kecemasan sosial berkurang sekitar 39 persen. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan sebesar 17 persen.
Elisa Vigna, studi penulis utama dalam penelitian ini menjelaskan, bahwa kondisi pikiran kita menyebabkan tubuh menghasilkan molekul (atau sinyal kemo) dalam keringat, yang mengkomunikasikan kondisi emosional diri dan menghasilkan respons yang sesuai pada penerima.
Temuan para peneliti memperlihatkan bahwa menggabungkan sinyal-sinyal kemoterapi ini, dengan terapi kesadaran sepertinya memberikan hasil yang lebih baik dalam mengobati kecemasan sosial daripada yang bisa dicapai kalau hanya memakai terapi kesadaran saja.
Selanjutnya, disebutkan lebih lanjut para ilmuwan mengatakan bahwa mereka kini sedang dalam proses penelitian lanjutan untuk menguji bau badan yang dikumpulkan selama "film dokumenter yang netral secara emosional.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.