Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip 7 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Nomor 5 Sungguh Ekstrem

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Sabtu, 22 April 2023 |08:00 WIB
Intip 7 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Nomor 5 Sungguh Ekstrem
Tradisi pukul menyapu di Mamala, Maluku Tengah, Rabu 12 Juni 2019. (Foto: ANTARA/Atika Fauziyyah)
A
A
A

4. Tradisi Pukul Manyapu di Maluku

Masyarakat Maluku punya tradisi lebaran yang agak ekstrem. Namanya pukul manyapu atau pukul sapu. Tradisi ini berasal dari Morella, Kabupaten Maluku Tengah, dan sudah ada sejak tahun 1646.

Digelar setiap tujuh hari setelah Idul Fitri. Dalam tradisi ini para peserta akan saling memukul dengan sapu lidi hingga badan mereka terluka. Para pemuda yang ikut serta akan dibagi dalam dua kelompok atau regu, dengan jumlah tiap regu minimal 10 orang.

Para peserta Pukul Manyapu biasanya menggunakan celana pendek, bertelanjang dada, dengan pengikat kepala berwarna merah yang melingkar di kepala, biasa disebut dengan kain berang. Meski saling memukul, tradisi ini dimaksudkan untuk perdamaian, jadi tak ada saling dendam.

 Ilustrasi

Pukul menyapu

5. Tumbilotohe di Gorontalo

 

Tradisio Tumbilotohe, mungkin menjadi tradisi yang paling ditunggu-tunggu saat Lebaran. Sejak tiga hari sebelum Idul Fitri atau lebaran hiasan lampu minyak akan dipasang oleh warga Muslim Gorontalo. Lampu lampu yang terpasang inilah yang akan menyemarakkan suasana Lebaran.

Uniknya lagi, lampu hias yang dipasang setiap rumah mengikuti jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Tradisi menghias rumah dengan lampu minyak, diketahui sudah dilakukan sejak abad ke-15 hingga sekarang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement