Namun, nama sisipan "Dayak" ini juga mengundang tanya antropolog Universitas Mulawarman, Martinus Nanang. Musababnya, warga Kabupaten Paser cenderung mengakui dirinya sebagai etnik Paser yang terpisah dari Dayak.
"Ibu Ida ini bisa saja lahir di Paser. Saya nggak tahu apakah dia lahir di Paser dari keluarga Pasernya atau orang luar yang lahir di Paser."
Berdasarkan motif pakaian dan aksesoris yang digunakan Ida Dayak, "bukan motif etnik Paser, melainkan etnik Dayak Kenyah atau kelompok Kayanic yang terdiri dari Kayan, Kenyah dan Bahau."
Menurut Martinus, kemungkinan kata Dayak dipakai karena nilai jual lebih tinggi. "Kata Dayak itu memiliki nilai jual, eksotismenya itu yang dijual dengan kata Dayak itu," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.