Seperti diberitakan sejumlah oknum pendaki menyalakan bom asap di puncak Gunung Gede, sehingga mendapat protes keras dai pendaki lainnya, sehingga TNGGP Cianjur mencari keberadaan oknum pendaki yang jelas melanggar aturan pendakian taman nasional, hingga akhirnya mereka menyerahkan diri dan meminta maaf atas aksinya.
Sebelumnya Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo mengimbau para pendaki Gunung Gede Pangrango agar tidak menyalakan kembang api, petasan, mercon, flare, smoke bomb, dan sejenisnya.
"Di dalam hutan terdapat banyak sekali makhluk yang hidup selain manusia. Percikan api dari mercon, kembang api dan flare dapat memicu kebakaran hutan. Alun-alun Suryakencana dan Alun-alun Mandalawangi banyak ditumbuhi rumput yang rawan terbakar," katanya.
(Salman Mardira)