DIET Mediterania, diet keto, hingga paleo sudah sering terdengar familiar sejak lama di kalangan masyarakat. Tapi bagaimana dengan program diet ala Harvard?
Ya, Anda tak salah dengar kok! Diet Harvard disebut-sebut sedang populer saat ini di dunia kesehatan, program ini diklaim menawarkan manfaat bagi orang-orang yang hidup lebih panjang dan sehat.
Diet Harvard sendrii merupakan program diet optimal yang disusun oleh para ahli gizi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard T.H. Chan bekerja sama dengan peneliti di Harvard Health Publications, dengan tujuan utama meningkatkan peluang hidup sehat.
Dalam programnya, diet Harvard ini bisa jadi salah satu cara untuk mencegah penyakit kronis yang umum dialami penduduk dunia, seperti penyakit kardiovaskular, berbagai jenis kanker, dan diabetes tipe 2. Sehingga akhirnya tubuh tetap sehat dan meningkatkan peluang hidup sehat yang lebih lama.
Menurut laman The Nutrition Source Harvard, diet yang juga dikenal sebagai Harvard’s Healthy Eating Plate ini bisa digunakan sebagai panduan untuk menciptakan makanan yang sehat dan seimbang. Lantas bagaimana pola diet yang ditawarkan dari diet Harvard ini? Melansir Indian Express, Sabtu (8/4/2023) simak penjelasannya di bawah ini.
1. Sayuran dan buah-buahan: Dua komponen utama yang harus menjadi bagian penting dari sebagian besar makanan (memenuhi hingga 1/2 dari piring makan). Para peneliti menyarankan untuk memilih variasi dan warna ketika menyajikan sayuran, dengan rasio sayuran yang lebih banyak daripada buah-buahan. mengonsumsi sedikit lebih banyak sayuran daripada buah-buahan.
2. Biji-bijian utuh: Biji-bijian utuh harus mengisi hingga ¼ piring makan Anda, jenis biji-bijian utuh yang direkomendasikan adalah gandum utuh, barley, quinoa, oat, dan beras coklat. Bukan biji-bijian olahan seperti pasta gandum utuh dan roti putih.
BACA JUGA:
3. Makan protein sehat: (1/4 dari piring, diisi dengan sumber protein yang sehat dan serbaguna seperti ikan, ayam, bebek, hingga kacang-kacangan. Konsumsi daging merah harus dibatasi, dan daging olahan seperti bacon dan sosis harus dihindari.
Fungsi dari memasukkan protein ke dalam makanan, ialah untuk memberikan rasa kenyang, yang dapat membantu mengatur konsumsi makanan.
4. Masak dengan minyak sehat: Disarankan untuk tidak memasak dengan minyak terhidrogenasi parsial seperti margarin dan minyak nabati tertentu. Sebagai gantinya, disarankan untuk menggunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, kanola, dan kedelai.
5. Minum air mineral, kopi atau teh: Dianjurkan untuk minum bergantian antara air mineral, teh, dan kopi sebagai pendamping makanan. Tapi, tanpa gula atau boleh pakai gula dengan takaran yang sedikit saja.
6. Aktif bergerak: Artinya perlu melakukan aktivitas fisik aktif selama setengah jam sehari, atau setidaknya lima kali seminggu. Bisa dengan jalan cepat atau ikut kelas kebugaran.
(Rizky Pradita Ananda)