Kemudian, sosok tengkorak melambangkan kematian, dan sosok yang memainkan mandolin melambangkan kebahagiaan dan kesenangan. Maksud dari figur-figur tersebut adalah untuk menggambarkan sifat buruk manusia.
Empat patung yang terletak tepat di bawah jam, menggambarkan karakteristik positif yang harus dimiliki seseorang.
Patung yang memegang buku di tangan melambangkan ilmu pengetahuan, sementara malaikat agung Michael yang memegang pedang di tangan melambangkan keadilan.
Patung yang memegang bulu di tangan melambangkan filosofi, sedangkan patung yang memegang teleskop melambangkan astronomi. Ada dua jendela di atas jam, di mana di dalamnya terdapat figur 12 Rasul Yesus.
Setiap kali jam berbunyi, kerangka akan memutar jam pasir dan jendela akan terbuka secara bergantian menampilkan 12 Rasul Yesus secara berurutan.

Ketika jam tersebut menunjukkan pukul 1, sebuah adegan animasi akan dimulai dan menarik perhatian banyak orang yang berkumpul di depan jam, terutama pada awal jam.
Dalam adegan ini, kerangka akan membunyikan lonceng dan memutar jam pasir, menandakan bahwa saat kematian telah tiba.
Figur lain di sekitar kerangka akan menggelengkan kepala mereka, menunjukkan bahwa mereka belum siap untuk menghadapi kematian.
Di atas jam, 12 figur Rasul Yesus akan muncul secara bergantian melalui dua jendela. Adegan ini akan berakhir dengan suara kokok ayam di jendela.
Dalam animasi ini, kerangka menekankan bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan kita harus siap menghadapinya, sementara figur-figur lain mencoba menunjukkan penyangkalan mereka terhadap fakta tersebut.