ORALIT biasanya diminum sebagai salah satu terapi saat mengalami diare, bertujuan untuk mengganti cairan yang hilang agar jangan sampai mengalami dehidrasi.
Ya, nyatanya memang cairan oralit bukanlah larutan yang bisa dikonsumsi sembarangan sesuka hati. Contohnya saat tubuh dalam keadaan sehat, tidak diare, atau dijadikan sebagai trik puasa agar tidak mudah haus atau lemas, seperti yang ramai belakangan ini.

Menurut Edukator Kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Tan Shot Yen, M.Hum, orang yang sehat memang tidak disarankan untuk sembarangan minum oralit.
"Oralit itu tidak dibutuhkan (untuk diminum) kalau kondisi masih normal, Anda tidak diare,” kata dr. Tan dalam Media Briefing IDI yang digelar daring, baru-baru ini.
Alih-alih bermanfaat, justru cairan oralit yang diminum orang sehat justru malah akan menimbulkan risiko gangguan kesehatan.
“Lebih penting lagi, jangan lupa bawa oralit itu mengandung natrium dan mengandung gula. Jika Anda mengkonsumsi itu dalam situasi normal maka ada risiko," tambahnya.
“Lebih penting lagi, jangan lupa bawa oralit itu mengandung natrium dan mengandung gula. Jika Anda mengkonsumsi itu dalam situasi normal maka ada risiko," tambahnya.
BACA JUGA:
Disebutkan lebih lanjut, ungkap dr. Tan, salah satu risiko yang membahayakan adalah terjadinya hiperglikemia yang berbahaya terutama untuk pengidap diabetes.
BACA JUGA:
"Risiko mengalami hiperglikemia terutama bagi yang punya masalah kesehatan, terutama pada orang diabetes. Ditambah minum oralit, artinya ada tambahan bobot disebut dengan gula (hiperglikemia),” kata dr. Tan lagi.