Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular (CIDRAP), laporan Universitas Minnesota yang mengutip Maria Van Kerkhove, PhD, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 mengatakan kalau varian XBB.1.16 ini telah menggantikan dominasi sub varian lain yang beredar di India. Tak heran jadi varian penyebab infeksi Covid-19 yang mendominasi saat ini.
Maria juga menyebutkan bahwa dari 800 sequence yang diperoleh WHO dari 22 negara itu, kebanyakan dari India. Merujuk per studi laboratorium, diungkap Maria, varian XBB.1.16 sudah memperlihatkan tanda-tanda adanya peningkatan infektivitas serta potensi peningkatan patogenisitas. Per 22 Maret, varian XBB.1.16 ditambahkan WHO sebagai varian keenam yang dipantau atau Variant Under Monitoring.
Terkait karakter varian, sampai saat ini tak ada perubahan pola atau jenis gejala baru yang terlihat dari varian Arcturus tersebut. Gejalanya masih berupa gejala klasik yang disebabkan oleh jenis varian virus corona sebelumnya, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, kelelahan, nyeri otot dan masalah perut.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.