TATA laksana perihal aktivitas perjalanan mudik masyarakat dalam perayaan Lebaran tahun ini, tengah dibahas hangat.
Letjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyinggung untuk perjalanan mudik Lebaran tahun 2023, masyarakat tidak memerlukan untuk menyertakan bukti vaksinasi Covid-19.
Hal tersebut diungkap usai melakukan rapat koordinasi tingkat Menteri yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy juga Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dan sejumlah menteri lainnya.
“Terkait mudik, nanti kami bicarakan dengan Kementerian Kesehatan. Khususnya terkait dengan Surat Edaran Nomor 25. Pada SE itu untuk perjalanan ke luar negeri dan dalam negeri kan masih harus menyertakan bukti vaksinasi Covid-19,” ungkap Suharyanto usai melakukan rapat koordinasi Menteri secara virtual, Senin (3/4/2023).
“Tapi tadi dari Bapak Menkes Budi Gunadi, kan ada pernyataan bahwa bisa ini ditiadakan,” sambungnya.
Sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 24 dan 25 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Dalam dan Luar Negeri pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). SE Nomor 24 terkait aturan perjalanan dalam negeri berlaku sejak ditandatangani Suharyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 pada tanggal 25 Agustus 2022 dan SE Nomor 25 pada 1 September 2022.
Jika merujuk pada surat edaran di atas, pelaku perjalanan yang berusia 18 tahun ke atas harus menyertakan bukti vaksin dosis ketiga. Sementara itu, masyarakat yang berasal dari perjalanan luar negeri wajib vaksin dosis kedua. Namun aturan ini dikecualikan untuk anak usia 6 sampai 17 tahun.
Suharyanto menegaskan, tata laksanan mudik termasuk syarat sertifikat vaksin masih akan ditindaklanjuti dan akan diinformasikan ke masyarakat lebih lanjut.
“Tetapi sekali lagi, ini belum disampaikan apakah nanti sudah akan diberlakukan di mudik Lebaran ini atau tidak. Nanti kami akan informasikan lebih lanjut,” tegas Suharyanto,.
Sementara itu, dalam persiapan antisipasi dalam pelaksanaan mudik yang tahun ini diperkirakan jumlahnya mencapai 123 juta orang. Mengutip keterangan Letjen TNI Suharyanto, BNPB sudah menyiapkan beberapa pos di titik-titik krusial.
“Sehingga apabila para pemudik ini mengalami kesulitan, baik terkait dengan vaksinasi ataupun penularan Covid-19, hingga terjadinya bencana ini juga bisa mendatangi pos-pos tersebut,” pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)