BADAN Kesehatan Dunia (WHO) terus menyoroti kasus obesitas di masyarakat global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Kini, WHO dilaporkan oleh Reuters, Jumat (31/2023) pertama kalinya tengah mempertimbangkan untuk memasukkan obat-obatan untuk obesitas ke dalam "daftar obat esensial". Daftar obat-obatan penting ini, digunakan sebagai panduan keputusan pembelian pemerintah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Ini sedang dalam proses," kata Francesco Branca, direktur nutrisi WHO, pada konferensi pers penggunaan obat sebagai perawatan obesitas.
BACA JUGA:
Panel penasihat WHO akan mulai meninjau permintaan baru untuk obat-obatan yang akan dimasukkan pada April 2023, dengan daftar obat esensial versi update alias yang diperbarui akan jatuh tempo pada bulan September.
Permintaan untuk mempertimbangkan obat obesitas ke dalam daftar obat esensial tersebut, disebutkan lebih lanjut diajukan oleh tiga dokter dan peneliti di Amerika Serikat. Ini mencakup bahan aktif liraglutide dalam obat obesitas NOVOb.CO Novo Nordisk Saxenda, yang akan segera keluar patennya, dengan kemungkinan versi generik yang lebih murah.
Begitu WHO memutuskan untuk memasukkan obat Saxenda ini ke dalam daftar obat obesitas untuk orang dewasa, makan akan menandai pendekatan baru untuk masalah fenomena obesitas global oleh badan kesehatan PBB tersebut.
Namun, sebagian ahli kesehatan masyarakat memperingatkan WHO agar tidak memperkenalkan obat-obatan ini terlalu luas kepada masyarakat dengan label sebagai solusi untuk kondisi kompleks yang masih belum sepenuhnya dipahami.
Francesco Branca sebagai direktur nutrisi WHO menegaskan, bisa saja obat ini tak jadi dimasukkan ke dalam daftar obat perawatan kondisi obesitas karena faktor-faktor lain, seperti masalah seputar biaya dan durasi pemakaian obat, atau dengan kata lain tidak digunakan cukup lama
"Pada saat yang sama, WHO sedang melihat penggunaan obat-obatan untuk mengurangi berat badan, dalam konteks tinjauan sistematis pedoman untuk anak-anak dan remaja," katanya.
Sebagai informasi, terkait kasus obesitas di masyarakat global, WHO mencatat lebih dari 650 juta orang dewasa di seluruh dunia mengalami obesitas dan 1,3 miliar lainnya kelebihan berat badan, angka tiga kali lipat dari data tahun 1975. Mayoritas orang gemuk dan kelebihan berat badan, disebutkan mencapai 70 persen tinggal di negara miskin dan negara berpenghasilan menengah.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.