"Bagi petugas kesehatan, terapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Mencuci tangan secara rutin terutama ketika mengunjungi seseorang yang sakit atau setelah melakukan penanganan terhadap orang yang sakit di rumah. Melakukan tatalaksana penanganan sampel cairan dan jaringan tubuh penderita penyakit virus Marburg dengan sangat hati-hati dan sesuai dengan PPI," jelas dr Ngabila.
Perlu diketahui, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) virus Marburg pertama kali muncul pada tahun 1967. Namun sejauh ini belum ada vaksin untuk virus Marburg.
Sementara untuk pengobatannya, dia mengatakan belum ada secara spesifik buat Marburg. Namun, bisa mencegah gejala berat jika terinfeksi.
"Belum ada vaksin untuk mencegah virus Marburg. Sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit virus Marburg. Pengobatan lebih bersifat suportif dan mengobati gejala (simptomatif)," ucap dr Ngabila.
(Dyah Ratna Meta Novia)