Kasus tersebut dilaporkan pada Januari, dan belum adanya penambahan kasus hingga saat ini. "Masih 2 (kasus) hari ini belum ada penambahan. Kasus bulan januari semua dan sudah sembuh keduanya," kata dr Ngabila lebih lanjut.
Sebelumnya, IDAI mengungkap data difteri di DKI pada tahun 2022 ada 34 kasus dan 12 kasus tahun 2023. Menurut Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) penyakit difteri bisa sebabkan kematian pada anak atau balita, bahkan ia menilai masih ada penolakan dari masyarakat.
"IDAI ini sangat concern dan khawatir dengan kondisi saat ini, bagaimana kita mau menurunkan angka kematian balita dan anak. Padahal sesuatu yang jelas-jelas bisa dicegah dengan vaksinasi gratis itu pun masih ditolak oleh masyarakat kita," jelas dr Piprim.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.