SEBUAH patung Buddha kecil yang terbuat dari perunggu telah ditemukan di lepas pantai Australia Barat. Patung tersebut dikonfirmasi sebagai peninggalan bersejarah dari Dinasti Ming.
Penemuan tersebut mengungkap fakta mengejutkan bahwa jadi bukti pelaut dari China ternyata sudah mendarat di Australia berabad-abad sebelum datangnya orang Eropa.
Patung kecil tersebut ditemukan oleh pembuat film dan petualang, Leon Deschamps dan Shyne Thompson pada tahun 2018. Hingga sekarang, patung tersebut telah dihargai hingga USD180.000 atau sekitar Rp2,8 miliar.
BACA JUGA:
Melansir dari News.com.au, Kamis (9/3/2023), patung Buddha tersebut ditemukan saat keduanya menggunakan detektor logam pada bukit pasir di pantai Australia Barat. Mereka mengataku butuh waktu bertahun-tahun untuk membuktikan keasliannya.
Awalnya, keduanya dituduh melakukan penipuan demi kampanye film yang mereka garap, tetapi sekarang patung Buddha tersebut terbukti keasliannya.
Deschamps percaya bahwa patung tersebut datang ke Australia pada tahun 1420-an sebagai salah satu pelayaran harta karun Tiongkok terkaya.
Mereka membawa temuannya ke Inggris untuk diperiksa ke dalam program TV Antique Roadshow. Lee Young, selaku spesialis seni Asia menjelaskan bahwa temuan tersebut asli dan memperkirakan patung tersebut berasal dari tahun 1368 hingga 1644.
“Mari kita perjelas, ya, temuan tersebut adalah peninggalan Dinasti Ming,” tutur Young dalam program tersebut.
BACA JUGA:
Young menambahkan, patung tersebut merupakan bayi Buddha yang dipersembahkan untuk melakukan upacara ulang tahun Buddha. Air murni atau teh juga dituangkan di pundak Buddha, agar patung yang terbuat dari perunggu tersebut tidak mengalami kerusakan.
Patung itu adalah artefak Tiongkok tertua yang diketahui dalam sejarah Australia dengan keasliannya, tetapi Young ragu untuk menyebutnya sebagai bukti bahwa para pelaut Cina mengunjungi benua itu lebih dari 600 tahun yang lalu.