Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asal-usul Penamaan Candi Tikus, Bekas Pemandian Raja Majapahit yang Lama Terkubur

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 07 Maret 2023 |07:02 WIB
Asal-usul Penamaan Candi Tikus, Bekas Pemandian Raja Majapahit yang Lama Terkubur
Candi Tikus, bekas pemandian para raja Majapahit (Foto: Instagram/@yafi_d)
A
A
A

TIADA satupun menyangsikan nama besar Kerajaan Majapahit di masa lampau. Banyaknya peninggalan spektakuler dari kerajaan itu menjadi bukti sahih betapa hebatnya kerajaan yang menguasai bumi Nusantara tersebut.

Bahkan, sampai di era modern saat ini sisa peninggalan Majaphit masih terus diteliti oleh sejumlah arkeolog dan ilmuwan. Jejak sejarah Majapahit paling banyak ditemui di Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Salah satu yang paling fenomenal ialah Candi Tikus. Bangunan kuno ini ditemukan di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Jika lazimnya candi muncul di atas permukaan tanah, berbeda dengan candi satu ini. Candi Tikus ditemukan di bawah permukaan tanah oleh warga setempat.

Mulanya, sejumlah warga merasa terganggu oleh banyaknya hama tikus yang merusak pertanian sehingga hasil tani menurun drastis.

Candi Tikus

Candi Tikus (Foto: Instagram/@lucyrosaliawati)

Hingga pada tahun 1914, Bupati Mojokerto, RAA Kromojoyo Adinegoro pada saat itu memerintahkan aparat desa untuk membabat habis tikus yang ada, pada saat pengejaran tikus aparat desa melihat tikus-tikus masuk pada lubang di dalam gundukan tanah.

Karena ingin memberantas semua tikus, Kromojoyo memerintahkan agar gundukan tersebut juga dibongkar dan ditemukanlah sebuah candi yang dinamakan Candi Tikus.

Mengutip laman perpusnas.go.id, Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad ke XIII atau abad ke-XIV. Di dalam Kitab Nagarakertagama, Mpu Prapanca mengatakan bahwa dulunya candi ini adalah tempat pertitraan atau pemandian serta tempat upacara raja-raja terdahulu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement