Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sandiaga Ungkap Sederet Pemicu Mahalnya Harga Tiket Pesawat di Indonesia

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 06 Maret 2023 |19:40 WIB
Sandiaga Ungkap Sederet Pemicu Mahalnya Harga Tiket Pesawat di Indonesia
Menparekraf Sandiaga Uno (ANTARA)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa harga tiket pesawat di Indonesia masih mahal karena pengaruh dari mahalnya harga avtur, tingginya harga suku cadang, dan biaya perawatan pesawat. Hal ini akibat dari tingginya nilai tukar Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah.

"Saya sempat berdiskusi dengan pak Gubernur BI (Perry Warjiyo), menyampaikan, bahwa salah satu yang menjadi pemicu mahalnya tiket selain daripada mahalnya Avtur," kata Sandiaga dalam Weekly Press Brief with Sandi Uno secara virtual, Senin (6/3/2023).

 BACA JUGA:

Menurutnya maskapai penerbangan sangat menyadari tingginya biaya suku cadang dan perawatan pesawat, sehingga membebankan ongkos itu kepada penumpang dengan menaikkan harga tiket.

 

Kemenparekraf akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan jumlah armada pesawat, ketersediaan kursi, hingga memprioritaskan supaya harga vvtur segera diturunkan.

Sehingga nantinya dapat mengatasi permasalah atau keluhan para penumpang pesawat terbang, karena tiket pesawat naik.

'Kami berharap dengan kolaborasi, kami dengan Kemenhub, jumlah penerbangan akan meningkat, jumlah ketersediaan kursi juga akan semakin banyak," terangnya.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan bahwa tingginya harga tiket pesawat masih menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan. Sebab hal ini akan berkaitan dengan wisatawan yang akan datang ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Ia menyebut, selama pandemi beberapa waktu lalu membuat jumlah penerbangan pesawat menjadi berkurang karena adanya pembatasan.

Ilustrasi

Sehingga kini pihaknya bersama lembaga atau kementerian lainnya, terus berupaya memulihkan kembali bertambahnya ketersediaan kursi dan jumlah penerbangan.

"360 derajat kita coba solusikan. Kita tidak hanya bisa bergantung pada maskapai dalam negeri saja, tapi kita harus merangkul maskapai dari luar negeri," ujarnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement