Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kosmetik Share in Jar, Amankah? Begini Penjelasan BPOM

Kevi Laras , Jurnalis-Minggu, 05 Maret 2023 |12:00 WIB
Kosmetik Share in Jar, Amankah? Begini Penjelasan BPOM
Ilustrasi kosmetik (Foto: Healthline)
A
A
A

PEREDARAN Produk kosmetik share in jar mendapat sorotan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kosmetik yang dijual dengan harga lebih terjangkau dari asli, umumnya lebih menggoda masyarakat.

Apakah aman digunakan?. Menurut BPOM hal ini diragukan karena penjualan kosmetik dengan sistem share in jar atau membagi share atau produk kosmetik dalam beberapa kemasan kecil (Jar).

Produk Kosmetik Share in Jar

Dengan tujuan agar pengguna dapat membeli, dan mencoba tanpa harus langsung membeli produk dalam ukuran ditambah harga aslinya. Ternyata Share in Jar itu masuk produk ilegal.

"Legalitas kosmetik share in jar walaupun kosmetik yang digunakan merupakan produk telah mendapatkan izin edar dari BPOM. Namun kosmetik share in jar termasuk kategori produk elegal atau tanpa izin edar atau TIE," jelas BPOM dalam akun instagramnya, Minggu (5/3/2023).

Mengapa tak aman?

Menurut BPOM proses keamanan dan kualitas kosmetik share in jar tak bisa dijamin. Sekalipun, produk yang dijual sudah mendapatkan izin edar tapi dikemas secara share in jar tak direkomendasikan.

"Kosmetik share in jar belum terjamin keamanannya karena kosmetik kejar dalam ukuran kecil, tidak dapat dijamin sanitasi dan hegienitasnya," sambung BPOM

"Jenis kemasan primer kosmetik yang berbeda dengan kemasan aslinya, kemungkinan terjadi reaksi fisika maupun kimia antara bahan kosmetik dengan kemasan tersebut," ucap BPOM lagi

Perlu diketahui, proses pengemasan kosmetik tentunya sudah dilakukan di Pabrik resminya. Menurut BPOM bagian dari rangkaian kegiatan produksi kosmetik, sehingga hanya dapat dilaksanakan di industri kosmetik telah memiliki izin cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB).

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement