Stasiun Balapan pun akhirnya berdiri dan menghubungkan stasiun-stasiun lainnya, seperti Purwosari, Sriwedari, dan Jebres.
Karena aktivitas pengangkutan di Stasiun Balapan Solo semakin meningkat, pada 1926 dilakukan renovasi stasiun yang dirancang oleh Ir. Thomas Karsten. Ia pun memodernisasi bangunan stasiun dengan gaya yang sedang populer di Eropa masa itu.

Kini, Stasiun Solo Balapan telah berubah menjadi bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta Nomor 646/1-R/1/2013 tahun 2013 serta masuk ke dalam daftar Registrasi Nasional Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20160908.02.001258.
Demikian pembahasan mengenai sejarah Stasiun Balapan Solo.
(Salman Mardira)